Herbal Thibbun Nabawi (Seri 1) Keistimewaan Habbatus Sauda’ dalam Tinjuan Hadist dan Ilmu Medis

Apa itu Habbatus Sauda’ ?

Sejatinya, Habbatus Sauda’ adalah biji jintan hitam yang berasal dari tanaman berbunga tahunan bernama Nigella sativa dari keluarga Ranunculaceae, tanaman asli Asia Selatan dan Asia Barat dan juga Jazirah Arab.

Batangnya pendek sekitar 50 cm, masih famili dengan Adas, buahnya berbentuk mirip kapsul yang didalamnya terdapat benih berwarna putih dengan bentuk segi empat dan cepat berubah warna menjadi hitam bila terkena udara.

Belakangan ini tidak kurang dari 150 penelitian yang dimuat di berbagai jurnal ilmiah semakin memperkuat bukti tentang berbagai khasiat yang pernah disebutkan oleh orang-orang terdahulu tentang tumbuhan ini. Penelitian ini kebanyakkan berasal dari Eropa, khususnya Austria dan Jerman yang berada di barisan terdepan dari negara-negara yang mempromosikan dihidupkannya kembali pengobatan herbal sebagai pengobatan alternatif.

Kandungan Habbatus Sauda’

Biji Habbatus Sauda’ mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. Kandungan aktifnya thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY).

Telah terbukti dari berbagai hasil penelitian ilmiah bahwa Habbatus Sauda’ mengaktifkan kekebalan spesifik/kekebalan didapat, karena ia meningkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel-sel T penekan, dan sel-sel pembunuh alami.

 

  1. Keistimewaan dan Khasiat Habbatus Sauda’/ Jintan Hitam dalam Hadist

Imam Bukhori juga meriwayatkan hadist dari Aisyah radhiyallahu’anha bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini merupakan obat bagi setiap penyakit, kecuali saam. Aku bertanya, “Apakah saam itu?”. Beliau menjawab, “Kematian.”

Dalam riwayat Muslim :

“Tidak ada suatu penyakit, kecuali penyembuhannya ada didalam Habbatus Sauda.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa Habbatus Sauda’ berkhasiat menyembuhkan setiap penyakit. Kata syifa’ (kesembuhan) dalam seluruh hadist disebut tanpa dima’rifahkan dengan alif dan lam. Semuanya dalam struktur positif, sehingga dengan demikian kata tersebut bersifat nakiroh (indefinite, tidak spesifik) yang biasanya bermakna umum. Selanjutnya, kita bisa mengatakan bahwa dalam Habbatus Sauda’ terdapat potensi penyembuhan terhadap setiap penyakit.

Seperti yang harus setiap orang muslim yakini, bahwa apa yang di maklumatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pastilah benar. Begitu tentang Habbatus Sauda’/ Jintan Hitam .Dahulu pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam belum ada penelitian Ilmiah tentang Habbatus Sauda’/ Jintan Hitam. Dan pada zaman sekarang sudah banyak dilakukan penelitian tentang kandungan dan khasiat yang ada dalam kandungan. Penelitian modern ternyata sama sekali tidak bertentangan bahkan menguatkan kebenaran dari Hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lantas bagaimana bukti ilmiah dari hasil penelitian modern tentang khasiat Habbatus Sauda’/ Jintan Hitam ?

  1. Keistimewaan dan Khasiat Habbatus Sauda’/ Jintan Hitam dalam penelitian Ilmu Medis

Dari hasil penelitian modern di temukan banyak sekali manfaat dari Habbatus Sauda’/ Jintan hitam, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Mencegah Sirosis Hati

Dr. Ghomidi dari Universitas King Faishal di Damam melakukan penelitian terhadap tikus percobaan untuk mengetahui pengaruh emulsi Habbatus Sauda’ dalam melindungi hati dari zat beracun yang disebut carbon tetrachloride. Dari penelitian tersebut, terungkap bahwa pemberian emulsi Habbatus Sauda’ mampu mengurangi pengaruh racun dari zat carbon tetrachloride terhadap hati. Penelitian lain dipublikasikan oleh Majalah Phytother Res, 2003, dimana para peneliti menyatakan bahwa tikus-tikus yang diberi minyak Habbatus Sauda’ lebih kecil resikonya terkena kerusakan organ hati ketika diberikan kepadanya zat-zat beracun seperti carbon tetrachloride.

  1. Habbatus Sauda’ Mencegah Kanker Hati

Dalam majalah Nutr Cancer 2003, peneliti Univ. Thantha Mesir telah melakukan kajian terhadap 45 ekor tikus yang telah diberi zat kimia yang bisa menyebabkan terjadinya kanker kolon. 30 ekor tikus diantaranya juga diberi minyak Habbatus Sauda’ secara oral. Setelah 14 minggu, para peneliti melihat tidak adanya perkembangan kanker sama sekali, baik di kolon, hati, maupun ginjal pada tikus-tikus yang diberi minyak Habbatus Sauda’. Satu hal yang mengidentifikasikan bahwa minyak atsiri Habbatus Sauda’ memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya kanker kolon.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Mencegah Kanker Payudara

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah Bio Med Sci Instrum, 2003, para peneliti di Missisipi USA menemukan bahwa penggunaan ekstrak Habbatus Sauda’ sangat efektif untuk menghambat perkembangan sel-sel kanker payudara.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) menyembuhkan Diabetes Mellitus

Dalam majalah Tohoku J Exp Med, september 2003, para peneliti di Turki melakukan penelitian terhadap 50 ekor tikus yang dijangkiti penyakit Diabetes Mellitus dengan diberi zat streptozotocin pada peritoneum. Tikus-tikus itu dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi minyak atsiri Habbatus Sauda’ dalam peritoneum setiap hari selama 30 hari. Sedangkan kelompok kedua diberi cairan mineral tanpa diberi minyak Habbatus Sauda’.

Para peneliti mendapati bahwa pemberian minyak Habbatus Sauda’ pada tikus-tikus yang terkena diabetes menyebabkan penurunan kadar gula dalam darah tikus-tikus tersebut, serta peningkatan kadar insulin dalam darah. Selain itu, juga menyebabkan pertambahan dan peningkatan aktivitas sel-sel beta pada pankreas yang bertanggungjawab mensekresikan insulin. Satu hal yang mengindikasikan bahwa Habbatus Sauda’ bisa membantu mengobati penyakit diabetes.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Mengobati Alergi

Sebuah penelitian di Jerman yang dipublikasikan Majalah Tohoku J Exp Med, 2003, para peneliti melakukan penelitian terhadap 125 pasien yang terkena alergi (sinusitis, asma bronkial, dan eksim yang disebabkan oleh alergi. Semua penderita alergi tersebut diobati dengan minyak Habbatus Sauda’ dengan dosis antara 40-80 mg/kg berat badan selama sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan gejala pada setiap penderita asma bronkial, sinusitis, atau eksim. Para peneliti tersebut menyimpulkan bahwa minyak Habbatus Sauda’ sangat efektif sebagai suplemen obat untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh alergi.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Mengobati Asma

Sejak bertahun-tahun, Habbatus Sauda’ digunakan untuk mengobati batuk dan asma bronkial. Adakah bukti ilmiah yang menguatkannya?

Para peneliti dari Universitas King Saud, Riyadh, telah melakukan penelitian tentang pengaruh thymoquinone (yang merupakan zat aktif utama pada minyak Habbatus Sauda’) terhadap trachea guinea pig (babi hutan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thymoquinone berkhasit melonggarkan otot trachea, artinya ia melonggarkan trachea dan bronkus. Ini akan membantu pengobatan asma bronkial.

  1. Habbatus Sauda (Jinten Hitam) Melindungi Lambung

Dr. M. El-Dakhakhny dari Univ. Iskandariah Mesir, melakukan kajian pengaruh Habbatus Sauda’ dalam melindungi selaput lambung dari pelukaan yang disebabkan oleh alkohol pada tikus percobaan. Maka, terbukti bahwa minyak Habbatus Sauda’ berkhasiat sebagai pelindung efektif dari pengaruh yang bisa melukai lambung yang ditimbulkan oleh alkohol.

  1. Habbatus Sauda’ sebagai Antioksidan

Dalam publikasi Majalah J Vet Med Clin Med, 2003, para peneliti mengadakan penelitian untuk mengetahui pengaruh Habbatus Sauda’ dalam mencegah oksidasi pada tikus-tikus percobaan yang diberi zat carbon tetrachloride. Sejumlah tikus diberi minyak Habbatus Sauda’ melalui peritoneum. Para peneliti menemukan bahwa minyak Habbatus Sauda’ mengurangi kadar oksidasi lemak, serta meningkatkan aktivitas anti-oksidasi (antioksidan). Telah diketahui antioksidan membantu melindungi tubuh dari pengaruh radikal bebas yang menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan dan timbulnya beberapa penyakit seperti arterosklerosis, kanker, pikun dsb. Sebuah penelitian lain yang dipublikasikan dalam majalah Drug Chem Toxicol, 2003, menegaskan adanya pengaruh anti-oksidasi (antioksidan) dalam minyak Habbatus Sauda’.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Menurunkan Kolesterol dan Gula Darah

Di Maroko, para peneliti melalukan penelitian tentang efek minyak Habbatus Sauda’ terhadap kadar kolesterol dan gula dalam darah tikus percobaan. Tikus-tikus itu diberi 1 mg/kg minyak statis Habbatus Sauda’ selama 12 minggu. Pada akhir penelitian, kadar kolesterol turun 15%, lemak trigliserida turun 22 %, gula darah turun 16,5% serta kadar hemoglobin naik 17,5%. Ini mengindikasikan bahwa minyak habbtus sauda’ efektif menurunkan kadar kolesterol dan gula darah pada manusia.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Melindungi Jantung dan Pembuluh Darah

Sudah lumrah diketahui bahwa peningkatan zat homosisitin dalam darah meningkatkan risiko terjadinya penyakit pembuluh darah jantung, pembuluh darah otak, dan pembuluh darah periferal. Para ilmuwan menemukan bahwa pemberian asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12 bisa menyebabkan penurunan kadar homosisistin dalam darah.

Dari sini, para peneliti dari Univ. King Saud-Arab Saudi, melakukan penelitian guna mengetahui pengaruh Habbatus Sauda’ terhadap kadar homosisitin darah. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Int J Cardiol, Januari 2004. Peneliti memberikan zat thymoquinone (zat aktif dalam Habbatus Sauda’) kepada sekelompok tikus percobaan (100 mg/kg), dalam 30 menit, selama seminggu. Para peneliti menemukan bahwa pemberian zat thymoquinone bisa menjadi pencegah yang efektif terhadap kenaikan homosisitin. Hal ini mengindikasikan bahwa Habbatus Sauda’ bisa melindungi jantung dan pembuluh darah.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) sebagai Penurun Tekanan Darah

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. M. El-Dakhakhny yang diterbitkan oleh majalah Therapy, th 2000, dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak Habbatus Sauda’ (0,6 ml/kg sehari) dalam meluruhkan pembuangan urin dan menurunkan tekanan darah. Tekanan darah turun 22% pada tikus-tikus yang diobati dengan ekstrak Habbatus Sauda’, sedangkan tikus-tikus yang diobati dengan adalat (obat penurun tekanan darah yang populer) mengakami penurunan hanya 18%. Pembuangan urin pada tikus-tikus yang diobati Habbatus Sauda’ juga meningkat.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Mencegah Gagal Ginjal

Para peneliti dari Universitas Al-Azhar melakukan penelitian tentang pengaruh thymoquinone (zat aktif pada Habbatus Sauda’) terhadap gagal ginjal yang sengaja ditimbulkan pada tikus-tikus percobaan melalui zat doxorubicin. Maka terlihat bahwa thymoquinone menyebabkan berkurangnya pembuangan protein dan albumin dari urin, dan ia benar-benar berkhasiat mencegah oksidasi serta memperlambat faktor-faktor negatif yang berpengaruh terhadap ginjal. Ini mengindikasikan bahwa thymoquinone bisa memiliki peran untuk mencegah terjadinya gagal ginjal.

  1. Habbatus Sauda’(Jinten Hitam) sebagai Obat Reumatik

Dalam penelitian yang dipublikasikan majalah Phytother,September 2003, para peneliti di Universitas Aga Khan Pakistan melontarkan pertanyaan;

“Bagaimana Habbatus Sauda’ bisa berperan dalam meringankan infeksi sendi (artritis) pada para penderita reumatik?”.

Satu hal yang sudah lumrah diketahui oleh para dokter adalah ada zat yang dihasilkan oleh sel-sel makrofag, yang disebut nitric oxide. Para peneliti menemukan bahwa ekstrak Habbatus Sauda’ menekan produksi nitric oxide, dimana hal itu bisa menafsirkan pengaruh Habbatus Sauda’ dalam meringankan infeksi sendi.

Dari Universitas Faishol Damam, Dr.Ghamidi mengemukan kajian yang dipublikasikan di jurnal J.Ethno Pharmacol, 2001, bahwa Habbatus Sauda’ berkhasiat sebagai obat analgesik dan anti-artritis.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Membunuh Bakteri

Dr. Mursi dari Universitas Kairo melalukan penelitian yang dipublikasikan tahun 2000 untuk mengetahui pengaruh Habbatus Sauda’ terhadap bakteri. Ia meneliti 16 jenis bakteri gram negatif dan 6 jenis bakteri gram positif. Sebagian dari bakteri-bakteri itu terkena pengaruh dari ekstrak Habbatus Sauda’.

  1. Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) Menghambat Perkembangan Jamur

Dalam penelitian yang dipublikasikan majalah Phytother bulan Pebruari 2003, peneliti dari Universitas Aga Khan Pakistan sengaja menjangkiti tikus-tikus percobaan dengan jamur candida albicans dan kemudian diobati dengan ekstrak Habbatus Sauda’. Para peneliti menemukan bahwa perkembangan jamur tersebut sangat terhambat.

[Team Al Muuqin – Berbagai Sumber]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *